Berikut Hasil Sementara PILBUP Pidie Jaya 2013, Selasa 29 Oktober 2013, Pukul 23.00 WIB: Pasangan nomor urut 2 pasangan Aiyub - Said Mulyadi unggul dengan perolehan suara 42.17 persen, pasangan nomor urut 3 Arahman Puteh - M Yusuf Ibrahim yang memperoleh 39.75 persen suara dan disusul pasangan nomor urut 1 Teuku Saiful - Ikbal 18.08 persen

Tuesday, 19 November 2013

ASG Pidie Jaya Sambut Baik Pembangunan 6.400 Rumah Fakir Miskin Untuk Warga Aceh

Meureudu (Simbad Radio):  Sebagaiman telah diberitakan sebelumnya 6.400 Rumah Fakir miskin Siap dibangun di Aceh dalam waktu dekat, adapun daerah yang akan menjadi pilot project pembangunan Rumah Fakir Miskin yaitu,: Kota Banda aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireun, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bener Meriah, Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Abdya, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Barat, Singkil dan Subussalam.

Ketua Umum ASG Internasional Antar Bangsa Syed Jamalluddin kepada media, Rabu(13/11) mengatakan : “ Pembangunan rumah untuk fakir miskin tersebut akan didanai ASG Internasional sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sebagai NGO dibawah Pengawasan Chulalongkorn University Bangkok Thailand”

Monday, 7 October 2013

Jalan Alue Ketapang Rusak Parah



Ulee Gle (Simbad Radio),-Kondisi jalan Desa Alue Keutapang Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya sangat rusak, dan susah di dilintasi oleh pengguna jalan. Warga berharap jalan tersebut segera di perbaiki dan di aspal, karena jalan tersebut merupakan urat nadi dan jalan utama bagi warga Alue Keutapang dan Kumba serta desa lainnya yang melintas jalan Alue Keutapang menuju kota kecamatan, terutama Kota Ulee gle.

“ Saya berharap jalan ini segera di perbaiki dan di aspal karena kami sangat sengsara saat melintas jalan tersebut. Karena banyak sekali lubang dan debu. Di saat hujan jalan tersebut banyak sekali kubangan ”- ujarnya Nurfajri (35) salah satu warga Alue Keutapang saat di temui Tim Simbad Radio.- (Yasir/Maryamah)

Tuesday, 27 August 2013

Illegal Fishing Marak di Pidie Jaya

Warga Lhoksandeng Harapkan Pos Pengawas Perikanan

Meureudu (SK) - Desa Lhoksandeng adalah salah satu desa yang terperincil terletak di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, kini warga semakin resah karena maraknya pencurian dan pengeboman ikan yang terjadi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Meureudu. Ungkot Keureulieng (Ikan Jurong) bakal jadi kenangan akibat ulah manusia, siapa yang bertanggung jawab dan apa yang bisa dibanggakan untuk untuk anak cucu kita.

Lukman yang merupakan Sekretaris Desa Lhoksandeng menuturkan “Beberapa bulan terakhir ini telah sering terjadi pencurian ikan dengan pengeboman dan peracunan di sepanjang daerah aliran (DAS) Krueng Meureudu ini, kami sangat prihatin dan mengharapkan adanya perhatian dari pihak terkait dengan memberikan bimbingan dan segera mendirikan Pos Pengawas Perikanan”

“Kalau pemerintah tidak tanggap terhadap apa yang terjadi saat ini, besar kemungkinan ikan yang menghuni Krueng Meureudu ini akan punah dan anak cucu kita tidak pernah mengenal ikan Jurong dan ikan lokal lainnya” tambah Lukman.

Monday, 19 August 2013

PWI Aceh Buka Sekolah Jurnalisme

Gambar: Suasana Proses Belajar Sekolah Jurnalisme,-  (Photo: Taufan Mustafa)
BANDA ACEH, - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)Aceh membuka Sekolah Jurnalisme Indonesia di Aceh dan di ikuti oleh sejumlah wartawan media cetak, online dan televisi yang ada di Aceh. SJI tersebut di adakan selama dua pekan sejak tanggal 19-31 Agustus mendatang, SJI ini adalah sebagai bentuk peningkatan kompetensi para wartawan yang ada di Aceh, Senin 19 Agustus 2013.

Wednesday, 10 July 2013

BNPB Laporkan Hasil Penanggulangan Gempa Gayo

Laporan Arif A Nanta, Simbad Radio 107.7 Fm

Takengon (SimbadRadio) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan upaya yang telah dilakukan dalam penanganan darurat bencana gempa bumi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Ketua BNPB, Samsul Ma'arif dalam konferensi pers di kantor Bupati Aceh Tengah, Rabu (10/7) mengatakan, kebutuhan mendesak pengungsi korban gempa Gayo adalah pangan, air bersih, selimut, kain sarung, dan tenda.

"Seandainya persediaan dana untuk membantu korban gempa tersedia seperti air di danau, maka segera akan kita ambil untuk mencukupi kebutuhan pengungsi. Tapi kenyataan tidak seperti itu, di negara ini semua butuh proses," kata Samsul.

Warga Wih Pesam Belum Terima Bantuan

Laporan: S Adi , Radio Simbad 107,7 Fm

Gambar: Seorang Warga Sedang Menatap Rumahnya Yang Hancur
 ( Photo Simbad Radio)
Bener Meriah (Simbad Radio) - Pengungsi korban Gempa Dusun Suka Mulia, Kecamatan Wih Pesam,  Kabupaten Bener Meriah belum tersentuh bantuan.
Sebagai mana dilaporkan warga kepada Simbad Radio, "Kami sampai saat ini belum terima bantuan, padahal kami sangat membutuhkan bantuan berupa Sembako, Tenda, Tikar, Perlengkapan Sholat, Selimut, Penampungan air bersih, pompa air dan Pelayanan Kesehatan” Ungkap  Imran, 45 Tahun, Kepala Desa Sura Jadi, Suka Mulia, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah. Rabu  malam, 10 Juli 2013.